Selasa (6 september 2022), IAIN Ponorogo mengadakan kegiatan muktamar nasional yang tentunya diikuti oleh para mahasiswa se Indonesia mulai dari Universitas Jember, UIN Malang, UIN Walisongo dan lain sebagainya yang bertempat di Graha Watoe Dakon. Pembukaan acara hari ini langsung dibuka oleh Wakil Rektor Tiga IAIN Ponorogo Prof. Dr. Akhsin. M.Ag, dalam pembukaan acara beliau menyampaikan “Terima kasih kepada para presenter yang turut hadir dalam kegiatan ini, saya berharap ini salah satu langkah awal untuk menjadikan mahasiwa yang mempunyai intelektual yang tinggi didalam civitas akademika, karena dengan adanya sebuah karya tulisan ilmiah menjadikan mahasiswa berpikir secara kritis”. Ucap Prof. Dr. Akhsin. M.Ag
Pada pembukaan acara ini diikuti oleh 72 mahasiwa yang berasal dari intitusi – institusi yang berbeda. Kemudian dilanjutkan dengan penyampain materi oleh para keynote speaker, panel pertama yang disampaikan oleh Dr. Rumadi Ahmad, M.A (Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden; Dosen FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Judul yang disampaikan adalah mengenai “Islam, Demokrasi dan Moderasi Beragama,” beliau juga membahas buku Ahmed T Kuru yang didalamnya menjelaskan tentng persekutuan ulama, politik, intelektual dan ekonomi, maju mundur ditentukan model aliansi kelompok tersebut. Drs. Ainur Rohim M. IP (Direktur Utama Beritajatim.com dan anggota Dewan Kehormatan PWI Jatim, judul yang beliau sampaikan adalah “Peran Strategis Mahasiswa Menangkal Radikalisme Dalam Perspektif Komunikasi,” selanjutnya dari Dr Ahmad Munir, M.Ag (Dosen IAIN Ponorogo) yang menyampaikan tentang moderasi beragama di kalangan Mahasiswa, berlangsungnya panel pertama ini dipandu oleh Dr. Agus Setyawan, M.S.I.
Setelah penyampaian Panel Pertama, dilanjutkan dengan Panel Kedua yang dipimpin oleh Arwan Hamidi, S. Th. I. Pada panel kedua ini ada dua keynote speaker, pertama dari Ahmaad Sahidah, Ph.D (Universitas Nurul Jadid dan Associate Reseacher ITS Universita Utara Malaya), judul yang disampaikan adalah “Menahan Laju Radikalisme Gerakan Islam Indonesia Pemerhatian Sosiologi Humanistik Terhadap Kelompok Substansialis dan Formalis.” Kedua dari Dr. Iswahyudi, M.Ag (IAIN Ponorogo) yang mengatakan bahwasannya mahasiswa harus mampu menjadi seseorang yang bisa menegakan moderasi beragama ditengah ruang lingkup masyarakat.
Kemudian pada pukul 14.00 dilanjutkan dengan penyampaian materi dari artikel mahasiswa. Para mahasiswa dibagi menjadi lima paralel yang mana setiap paralel itu terdiri dari 12 orang, yang berasal dari institusi berbeda beda. Selama penyampaian materi tentunya ada reviewer yang sudah diamanahkan untuk mereview artikel – artikel mahasiswa, dan para reviewer ini merupakan para reviewer nasional. Perwakilan dari tiga mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, mendapati bagian paralel – paralel yang berbeda sesuai dengan tema-tema yang disediakan, seperti Andika Putra di paralel 5 dengan judul “Negara Sekuler dan Moderasi Beragama; Tela’ah Pemikiran Abdullah Ahmad An-Naim,” kedua Nadia Azkiya di paralel 4 dengan judul “Pendidikan Toleransi Era 4.0 Melalui Media Sosial: Analisis Akun Instagram Komunitas @SabangMerauke dalam Mengembangkan Moderasi Beragama,” dan Apriliah di paralel 1 dengan judul “Signifikansi Mahasiswa Sebagai Actor of Change dalam Moderasi Beragama: Studi Kasus Peran Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Raden Fatah Palembang.
Pada pukul 20.00 acara dilanjutkan dengan penutupan, yang langsung ditutup oleh wakil rektor tiga IAIN Ponorogo Prof.Dr.Akhsin. M.Ag, beliau memberikaan apresiasi kepada para mahasiswa yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebelum penutupan berlangsung para peserta disuguhkan penampilan Reyog dari mahasiswa IAIN Ponorogo yang merupakan kebudayaan yang berasal dari Jawa Timur, setelah itu penyampaian kesan dan pesan dari para mahasiswa, untuk perwakilan dari mahasiswa FUSHPI UIN Raden Fatah Palembang disampaikan oleh Andika Putra, “Dengan adanya event ini bisa menjadikan wawasan baru bagi mahasiswa, dan mendapatkan new friends dari berbagai macam PTKI se-Indonesia, dan tentunya banyak ilmu yang kami dapatkan disini, serta terimakasih kepada pihak penyelenggara yang telah membuat acara ini” pungkasnya. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman best artikel dari setiap paralel. Andika Putra menjadi The Best Article pada paralel 5, dengan judul artikel Negara Sekuler dan Moderasi Beragama; Tela’ah Pemikiran Abdullah Ahmad An – Naim. Terakhir acara sesi foto bersama dengan para dosen IAIN Ponorogo, seluruh peserta dan juga tim panitia acara. (Apriliah, ILHA)