Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam – UIN Raden Fatah Palembang, berkunjung ke Batu Malin Kundang yang bertepatan di Pantai Air Manis. Sebelumnya Tim berkunjung ke Makam Syekh Burhanuddin yang beletak di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. Setelah Tim berkunjung ke Makam Syekh Burhanuddin, Tim menuju ke Pantai Air Manis untuk melihat patung batu Malin Kundang.
(Selasa, 06 Juni 2023). Sedikit cerita terkait Batu Malin Kundang. Pada zaman dahulu di sebuah perkampungan nelayan Pantai Air Manis di daerah Padang, Sumatera Barat hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Malin Kundang. Mande Rubayah amat menyayangi dan memanjakan Malin Kundang. Malin adalah seorang anak yang rajin dan penurut. Mande Rubayah sudah tua, ia hanya mampu bekerja sebagai penjual kue untuk mencupi kebutuhan ia dan anak tunggalnya. Suatu hari, Malin jatuh-sakit. Sakit yang amat keras, nyawanya hampir melayang namun akhirnya ia dapat diseiamatkan-berkat usaha keras ibunya. Setelah sembuh dari sakitnya ia semakin disayang. Mereka adalah ibu dan anak yang saling menyayangi. Kini, Malin sudah dewasa ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi merantau ke kota, karena saat itu sedang ada kapal besar merapat di Pantai Air Manis.
Dalam perjalanan menuju ke Batu Malin Kundang yang ada di Pantai Air Manis di daerah Padang, Sumatera Barat. Tim menunggangi becak motor yang ditawarkan oleh masyarakat setempat, jika berjalan kaki bisa memakan banyak waktu untuk sampai kesana karena tempatnya yang cukup jauh. Sesampainya di sana, Tim berfoto dan menuju ke Pantai Air Manis untuk menikmati pemandangan indahnya Pantai di sore hari dengan sunsetnya. (Dafis & Firda)