Salsabilla, seorang Mahasiswi Prodi Tasawuf dan Psikoterapi yang pada Desember 2022 lalu melakukan Magang Mandiri di Sentra Budi Perkasa Palembang dengan membawa Program “Colour Emotion”. Program tersebut bertujuan untuk menjadi media penyalur emosi bagi teman-teman yang sedang di tahap rehabilitasi. Kegiatan tersebut berupa melukis dan mewarnai, teman-teman Penerima Manfaat (PM) dibebaskan untuk mengekspresikan perasaannya atau sesuatu yang ingin mereka tuangkan kedalam kertas putih. Kegiatan tersebut tentu saja tidak memaksakan PM untuk melukis, karena dikhawatirkan akan membebani mereka.
Kegiatan tersebut terus berjalan hingga kini, tentunya banyak dampak positif yang dihasilkan, seperti : mendapatkan keluarga baru, keterikatan emosional dengan beberapa Penerima Manfaat, Program “Colour Emotion” menjadi ciri khas saya yang sudah diketahui banyak orang termasuk teman-teman kampus, membuat orang-orang disekitar saya menjadi lebih tenang, dan tentunya untuk PM (Penerima Manfaat) menjadi lebih berani untuk menampilkan sisinya lainnya yang mereka tuangkan dalam lukisan.
Kegiatan ini juga secara tidak langsung mematahkan opini orang-orang bahwa orang yang mempelajari Tasawuf jarang bersosialisasi dan sibuk dengan urusan akhirat. Kegiatan ini juga termasuk bagian dari Dakwah, dimana target saya adalah muda mudi yang saat ini mungkin sudah melupakan hakikatnya sebagai manusia yaitu makhluk sosial. Saya juga beberapa kali mengajak rekan-rekan saya untuk membuat suatu project yang berjudul “Mahasiswa Gemar Berbagi” yaitu kegiatan bagi-bagi makanan berupa Nasi dan Burger, dan salah satu tempat kunjungan kami adalah Sentra Budi Perkasa.
Kegiatan lainnya adalah saya mulai mengenalkan Bahasa Isyarat kepada teman-teman kampus terkhusunya prodi Tasawuf dan Psikoterapi agar mereka terbiasa dan menganggap hal yang lumrah ketika melihat seorang Tuli berbicara dengan bahasanya. Sosialisasi Bahasa Isyarat juga saya kenalkan kepada Pegawai/Pekerja Sosial yang ada disana agar sedikit banyaknya mereka bisa berkomunikasi dengan Penerima Manfaat Tuli.
Respon Positif sering sekali saya dapatkan dari Pekerja Sosial (Peksos) yang ada di sentra, salah satu Peksos yang ada disana pernah berkata “Jarang sekali ada anak muda yang mau mendedikasikan dirinya kepada teman-teman disabilitas maupun penerima manfaat lainnya, tanpa terikat dengan nilai bahkan mampu melakukannya sendirian”. Bahkan Peksos yang ada disana sering bertanya apakah ada program-program terbaru yang bisa dilakukan untuk kedepannya.
Menurutnya alasan mengajukan magang mandiri di Sentra Budi Perkasa adalah karena :1. Tempat Rehabilitasi tersebut memiliki beragam kelompok Penerima Manfaat seperti ; Disabilitas, Anak Berhubungan dengan Hukum, Anak Jalanan, Korban Tindak Asusila, dan lain sebagainya. Hal itu yang membuat saya tertarik untuk magang disana. Kedua, adalah karena dorongan Hati Nurani, saya mengetahui Sentra karena Project dari Mata Kuliah Patologi Rehabilitasi Sosial dengan Dosen pengajar ( Konto Iskandar Dinata, M.Psi, Psikolog) yang mengharuskan kami observasi ke lapangan dan terpilihlah tempat tersebut sebagai lokasi penelitian, dari situlah ide dan program yang saya jalankan tercetus dan ditambah dorongan hati yang selalu ingin berbuat sesuatu pada Masyarakat. Ketiga, adalah selain bisa mengisi waktu luang serta sekaligus mengasah bakat melukis saya, disana saya banyak belajar tentang arti Syukur, Ikhlas, dan Sabar yang diperlihatkan langsung oleh teman-teman Penerima Manfaat disana, Interaksi yang terjadi membuat banyak sekali pengalaman berarti sehingga saya sampai saat ini pun tidak akan jenuh untuk berkunjung, bermain, melukis, dan mendengarkan cerita-cerita mereka.
Kegiatan Positif ini mendapatkan banyak sekali dukungan positif dari Keluarga, Teman bahkan Dosen Prodi Tasawuf dan Psikoterapi. Ibu Umi Nur Holifah, M. Psi juga merupakan salah satu Dosen yang mendukung penuh kegiatan saya, bahkan beliau juga merupakan salah satu Psikolog yang ada di Sentra Budi Perkasa. Adapun juga Bapak Kaprodi TP (Ahmad Soleh Sakni, Lc., MA.) dan Bapak Sekprodi TP ( Deddy Ilyas M.Us) sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan mahasiswa-mahasiswinya, dan hal ini juga sejalan lurus dengan mata kuliah yang berkaitan dengan Psikoterapi yang kemudian dipraktekan langsung dilapangan.
Jauh sebelum magang tersebut, Salsabilla memang sudah mendedikasikan diri sebagai Relawan pada banyak sekali kegiatan Kemanusiaan, seperti : Pendampingan Pasien RSMH yang memiliki penyakit kulit yang Langka, Distribusi air bersih di kota Banyuasin, hingga Relawan Kemanusiaan pada Bencana di Sungki 2019 lalu.