Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang, mengutus perwakilan Mahasiswa dan Dosen untuk mengikuti acara pembukaan IC-Must (International Conference on Muslim Society and Thougt) UIN Sunan Ampel Surabaya 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Fakultas Ushuluddin dan juga Filsafat yang ada di Indonesia bahkan di luar Negeri. Diikuti juga oleh Fakultas lain seperti perwakilan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang dengan mengirimkan 7 perwakilan dari Mahasiswa dan 1 Dosen dengan jumlah artikel sebanyak 2 artikel ilmiah. (Selalsa, 25 Juni 2024).
Setelah mengikuti conference selama dua hari dalam acara IC-Must UINSA Surabaya 2024, hari rabu tanggal 26 Juni 2024 adalah acara puncak sekaligus penutupan kegiatan IC-Must yang di selenggarakan mulai dari tanggal 25-26 Juni 2024 telah selesai. Acara penutupan ini dimulai pada pukul 08.00 – 16.00 wib.
Kegiatan penutupan ini di awali dengan pemaparan yang cukup energik dari Dr. Mohamed Shahid Mathee, beliau membahas mengenai “Sharia Law in the Secular State” berfokus pada tantangan dan dinamika penerapan hukum syariah dalam negara yang memisahkan urusan agama dari pemerintahan. Di negara sekuler, hukum negara didasarkan pada prinsip-prinsip universal yang tidak bergantung pada keyakinan agama tertentu. Namun, dengan meningkatnya populasi Muslim di beberapa negara sekuler, muncul permintaan untuk mengakomodasi aspek-aspek tertentu dari hukum syariah dalam kerangka hukum nasional. Isu ini memicu perdebatan tentang bagaimana cara terbaik untuk menyeimbangkan antara menghormati hak-hak beragama dan menjaga prinsip-prinsip sekularisme.
Selain itu, pembahasan ini juga mencakup aspek praktis dari penerapan hukum syariah di negara sekuler, seperti hukum keluarga, pernikahan, dan warisan. Beberapa negara telah mencoba mengintegrasikan elemen-elemen hukum syariah dalam sistem hukum mereka melalui mekanisme arbitrase dan pengadilan agama, sementara yang lain menolak segala bentuk penerapan hukum agama dalam sistem hukum negara. Tantangan yang dihadapi mencakup masalah integrasi, hak asasi manusia, dan potensi diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Oleh karena itu, pembahasan ini menekankan pentingnya dialog antar budaya dan agama untuk menemukan solusi yang adil dan inklusif.
Selanjutnya pemaparan dari Prof. Dr. Nur Hidayah, S. Kep., Ns., M. kes. UIN Alauddin Makassar, Indonesia “Integrating Spiritual Care and Psychotherapy: A Holistic Approach to Modern Mental Health Challenges
Terapi holistik, Ibu… bahagia itu perasaan, emosi. Ibu…. Menjawab pertanyaan dari peserta terkait kebahagiaan ungkap beliau “Allah memberi kita semua rasa untuk belajar, menikmati semua rasa yang ada, belajar bagaimana caranya untuk kita sembuh. Obat yg paling ampuh berasal dari dalam, bahagia itu bukan ditemukan tapi di ciptakan, kita tidak bisa menemukan bahagia dgn siapapun karena bahagia itu di ciptakan dan belajar mengelola emosi rasa kita. Kehidupan kita saat merupakan puncak spiritualitas, yang penting sekarang adalah jiwa yang sehat dan setelah ny baru kita akan mendapat tubuh yang sehat pula.
Kemudian untuk menutup acara kegiatan Penutupan International Conference IC-Must UINSA Surabaya 2024, di tutup oleh Prof. Abdul Kadir Riyadi, Ph. D. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA Surabaya. Beliau mengucapkan terimakasih yang begitu besar atas antusias para speaker dan para pihak yang ikut untuk mesukseskan konferensi iC-Must UINSA Surabaya 2024. Dipenghujung acara tim jurnal UINSA menggungkapkan bahwasanya artikel yang di ikut sertakan dalam kegiatan iC-Must UINSA 2024 ini akan di prosiding dan akan di submit ke jurnal-jurnal yang ada di UINSA yang sudah terindeks Sinta II, dan terakhir kegiatana ini di tutup dengan foto bersmam. (Dimas)