Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam – UIN Raden Fatah (Selasa, 15/10/2024). Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Ilmu Hadispada Hari Selasa, 15 Oktober 2024, dengan tema Perkembangan Hadis di Era (Futuristik Gen Z 5.0). Tujuan diselenggarakan Seminar ini adalah sebagai tanggung jawab mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyikapi perubahan yang terjadi di masyarakat akibat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sekaligus, Seminar ini memperkenalkan kepada mahasiswa baru Prodi Ilmu Hadis sebagian persoalan kekinian yang berdampak terhadap perkembangan kajian hadis.
Pelaksanaan Seminar Nasional Ilmu Hadis ini disambut baik oleh segenap civitas akademika Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Ini terlihat dari dukungan yang diberikan oleh Pimpinan Fakultas dan Prodi, serta antusiasme peserta yang mengikuti pelaksanaan Seminar yang dilakukan secara hybrid (ofline dan online/zoom). Hal ini juga didukung oleh Tema Seminar yang menyesuaikan dengan problem kekinian, yaitu “Perkembangan Hadis di Era Futuristik (Gen Z dan 5.0)”, serta mendatangkan narasumber yang kompeten di bidang kajian Hadis, yaitu Hafidhuddin Z. Abto, S.Ud., M.Ag. (Pengamat Sejarah dan Sosial Kegamaan – Palembang) dan Beko Hendro, Lc. M.Hum (Akademisi – UIN Raden Intan Lampung).
Dalam sambutannya, sekaligus membuka kegiatan Seminar Nasional ini, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Dr. Hj. Nur Fitriyana, M.Ag., menyatakan rasa bangga kepada HMPS Ilmu Hadis yang berhasil mewujudkan Seminar Nasional ini. Beliau berharap melalui Seminar ini, masyarakat – khususnya Generasi Muda akan menyadari nilai penting hadis sebagai pedoman dalam kehidupan. Kegiatan-kegiatan seperti ini juga harus terus dilaksanakan pada masa mendatang sebagai bentuk sosialisasi Prodi dan sekaligus lebih mendekatkan hadis kepada masyarakat.
Kegiatan Seminar berlangsung hangat dan semarak. Kedua Narasumber menyampaikan poin-poin penting terkait dengan perkembangan hadis di era futuristik secara menarik. Mereka menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi informasi yang sangat luar biasa berpengaruh terhadap sikap dan kehidupan para Generasi Muda, khususnya kalangan Gen Z. Lahirnya Artificial Intelligence (AI), seperti BigData, ChatGP, dan lain-lain menjadikan kehidupan memasuki era society 5.0 dan menjadikan generasi muda semakin familiar dengan teknologi dan semakin mudah dalam pemanfaatannya. Fenomena ini menjadikan mereka tidak akrab dengan hadis yang menjadi sumber ajaran Islam sehingga lambat laun menjadi sesuatu yang asing bagi mereka. Ini berdampak pada penggunaanya yang mengabaikan aspek kehati-hatian dalam memilih dan memahami hadis. Untuk itu, perlu dirumuskan langkah-langkah praktis agar hadis dan kajian keilmuannya kembali dikenal dan menjadi familiar di kalangan Gen Z.
Seminar ditutup dengan diskusi dan pemberian hadiah berupa buku dari Narasumber Hafidhuddin Abto kepada dua Mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikannya. Juga pemberian Cinderamata kepada kedua Narasumber Hafidhuddin Z. Abto, S.Ud., M.Ag dan Beko Hendro, Lc. M.Hum (secara simbolik). Terahir, dilakukan sesi foto bersama Narasumber, Panitia, serta semua Mahasiswa yang mengikuti Seminar Nasional Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. (Muhammad Mirzan)