Sumatera Barat – Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Raden Fatah Palembang, melakukan ziarah ke makam Syeikh Burhanuddin Ulakan yang terletak di Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Kawasan Makam Syekh Burhanuddin merupakan situs cagar budaya, serta diperuntukan kepentingan pendidikan dan pariwisata. Pada kawasan tersebut, pengunjung dapat mengetahui sejarah awal masuknya Islam di Minangkabau yang dibawa Syeikh Burhanuddin Ulakan serta melihat kemegahan masjid agung Syeikh Burhanuddin yang terletak di depan makamnya.
Syekh Burhanuddin adalah ulama besar yang berpengaruh di Minangkabau. Dulunya beliau meyebarkan ajaran Islam di Sumatera Barat sepulang menimba ilmu dari daerah Aceh. Karena tempatnya yang strategis, tak sedikit jemaah lokal maupun dari luar Sumatera berkunjung ke Makam Syekh Burhanuddin banyak dikunjungi jemaah lokal maupun dari luar Sumatera Barat. Ini menunjukkan betapa pentingnya warisan spiritual yang ditinggalkan oleh tokoh agama tersebut dan bagaimana pengaruhnya meluas hingga ke mancanegara. Secara umum Makam Syekh Burhanuddin berada dalam kompleks areal pemakaman penduduk. Orientasi arah hadap makam adalah Utara-Selatan. Makam berada dalam areal pemakaman seluas 60 m x 60 m.
Kunjungan ke makam Syekh Burhanuddin Minangkabau ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang dan menghormati pemimpin spiritual terkemuka, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan keagamaan dan menjalin persaudaraan antarumat beragama. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan keberagaman dapat terus diperkuat dalam masyarakat.
Tim UIN Raden Fatah berkunjung secara langsung ke makam syekh Burhanuddin dan memanjatkan doa yang diniatkan untuk syekh Burhanuddin. Setelah memanjatkan doa, sembari berkeliling di lingkungan pemakaman, ustadz Ahmad Soleh Sakni, Lc., MA bersama tim mengambil video dan foto untuk dijadikan vlog pada channel You Tube @ahmadsolehsakni1537. Setelah itu tim melanjutkan perjalanan menuju ke batu Malin Kundang yang berlokasi di pantai Air Manis. (Arjuna dan Adhim)