Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam – Bekerja sama dengan RRI Pro 1 Palembamg. Setiap tahun RRI Pro 1 Palembang selalu memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam untuk tampil setiap bulan Ramadhan di acara Cawisan Jelang Buka Puasa. Kegiatan Cawisan ini sudah berjalan tahun ke-3 terhitung sejak tahun 2022, dua tahun Fushpi mengisi acara Cawisan di RRI Pro 1 Palembang dan menghasilkan dua buah buku yang merupakan karangan dari mahasiswa-mahasiswi yang tampil di acara Cawisan tersebut.
Tidak hanya itu, beberapa minggu yang lalu, Fushpi diberi kepercayaan juga untuk mengisi acara Ngapel (Ngajinya Pemuda Luarbiasa) yang diisi oleh mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang. Para mahasiswa dipilih dan diseleksi oleh Kalab Terpadu Fushpi untuk ditampil baik di acara Cawisan Jelang Buka Puasa maupun di acara Ngapel yang diadakan setiap malam minggu mulai pukul 19.30-20.00 WIB. Untuk acara Cawisan sendiri rutin dilakukan setiap pukul 17.00-17.30 WIB, saat menunggu waktu berbuka puasa.
(Selasa, 12 Maret 2024). Bertepatan 1 Ramadhan 1445 H, hari pertama Ramadhan diisi oleh pemuda yang tampan dan pemberani dan merupakan mahasiswa dari Prodi IQT yaitu Nur Muhammad Fatih Al-Badri dengan tema : ”Kemuliaan Bulan Suci Ramadhan”. Fatih sebagai nama panggilannya, menjelaskan tentang kemuliaan bulan suci Ramadhan. Bahwasanya tidak ada kita mendengar tentang bulan suci rajab, bulan suci sya’ban, karena bulan suci itu hanya identik terkait dengan bulan Ramadhan yang terdapat banyak kemulian di dalamnya. Salah satunya terdapat malam lailatul qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu malam.
Dengan banyaknya kemuliaan di bulan suci Ramadhan ini, maka sangat disayangkan jika kita hanya tidur saja dan lalai akan sunnah atau amalan ibadah lainnya. Walaupun tidurnya orang yang berpuasa itu adalah pahala baginya, akan tetapi tetap tidak meninggalkan kewajiban dan lalai terhadapnya, terlebih tidak menjalankan ibadah sunnah seperti shalat tarawih, tadarusan, dll. Maka sangat disayangkan jika bulan suci Ramadhan kali ini hanya diisi dengan kegiatan rebahan dan tiduran saja.
Mengapa bulan suci Ramadhan itu banyak sekali kemulian, karena Allah Swt mewajibkan puasa pada bulan tersebut dan disunnahkan menjalankan ibadah shalat malam seperti tarawih, witir dan tahajjud, berpuasa disiang harinya dengan menahan hawa nafsu, menahan amarah, dan menahan rasa lapar dan dahaga, kemudian berbuka di sore harinya menjelang Maghrib dan tadarusan. Bulan yang penuh dengan kegiatan ibadah dan meningkatkan amalan, sangat disayangkan jika bulan ini dilewati hanya dengan rebahan dan tidak berpuasa. Karena setiap amalan sunnah yang dijalankan pada bulan Ramadhan setara pahalanya dengan amalan wajib di luar bulan Ramadhan. Dan setiap amalan wajib yang dijalankan pada bulan Ramadhan maka pahalanya setara dengan 70 amalan wajib di luar Ramadhan.
Ada amalan yang tidak pernah dilewatkan Nabi Saw ketika selepas melaksanakan ibadah shalat, doa yang selalu diucapkan dan dilanturkan oleh Nabi Saw yaitu Allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa’fu anna ya karim. Maka amalkan doa tersebut sebagai sunnah daripada baginda Rasulullah Saw.
Hari pertama Cawisan Jelang Buka Puasa ini sangat antusias para pendengar Pro 1 RRI Palembang dengan mendengarkan materi yang disampaikan oleh Nur Muhammad Fatih Al-Badri. Mudah-mudahan puasa kita lancar sampai akhir dan membawa keberkahan dan kemuliaan untuk kita, keluarga kita dan umumnya untuk para pendengar RRI Pro 1 Palembang (Dafis Heriansyah).