KULIAH TAMU FUSHPI “PERAN GEN-Z DALAM MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA DI ERA KOMUNIKASI DAN DIGITALISASI”
Salam Fushpi semakin melesat. Jumat, 8 November 2024, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam mengadakan kegiatan Kuliah Tamu di gedung Munaqosyah dengan topik yang sangat relevan dan menarik, yaitu “Peran Gen-Z dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Era Komunikasi dan Digitalisasi” yang dihadiri oleh para akademisi, dosen, mahasiswa, serta berbagai pihak yang antusias terhadap isu moderasi beragama. Kegiatan ini berlangsung dengan sukses berkat dukungan banyak pihak dan antusiasme dari para peserta yang memadati ruangan.
Kegiatan dibuka dengan dipandu oleh dua Master of Ceremony yang penuh semangat dan profesional, yaitu Leli Anggraini Berbahasa Indonesia dan Azrianti Ishamiyah Berbahasa Turki. Kehadiran kedua MC ini memberikan nuansa multikultural yang menambah semarak acara dan memperkuat nilai inklusivitas serta keberagaman yang sesuai dengan tema kuliah tamu.
Prof. Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M. Ag., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya kuliah tamu ini. Beliau menekankan pentingnya peran Gen-Z dalam menjaga nilai-nilai moderasi beragama, terutama di tengah era digital yang memungkinkan komunikasi lintas budaya dan agama menjadi semakin cepat dan kompleks. Beliau juga berharap, melalui kegiatan ini, generasi muda khususnya Gen-Z dapat memahami peran strategis mereka dalam menciptakan kedamaian dan toleransi beragama melalui penggunaan media digital secara bijaksana.
Acara pembukaan ditutup dengan pembacaan doa oleh David, berharap agar kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak. Dilanjutkan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kesediaan dan kontribusi berharga yang telah diberikan.
Kuliah dipandu oleh moderator, Dr. Aristopan MA, dengan Narasumber Prof. Dr. H. Sam’ani Sya’ron, M. Ag. untuk memulai sesi pemaparan materi. Dalam pemaparan yang penuh wawasan, beliau menjelaskan bahwa Gen-Z memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan ruang digital yang aman dan damai, serta bagaimana mereka dapat menjadi agen moderasi beragama dengan memanfaatkan teknologi dan komunikasi digital secara positif. Prof. Sam’ani juga memberikan pandangan tentang tantangan yang dihadapi Gen-Z dalam menghadapi informasi yang berlebihan, serta pentingnya memiliki literasi digital yang kuat untuk membedakan informasi yang moderat dan konstruktif dari yang ekstrem.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab. Peserta tampak begitu tertarik dengan wawasan dan pandangan Prof. Sam’ani yang aktual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama terkait bagaimana Gen-Z dapat berperan aktif dalam mempromosikan moderasi beragama melalui media sosial, blog, dan berbagai platform digital lainnya.
Kuliah tamu ini diakhiri dengan penuh apresiasi dari peserta, yang menganggap materi dan diskusi yang disampaikan sangat relevan dan inspiratif, terutama di era digitalisasi yang semakin kompleks ini. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa topik moderasi beragama dalam konteks digital merupakan isu yang sangat penting dan
memerlukan perhatian bersama dari seluruh lapisan masyarakat, terutama Gen-Z. ( Azrianti Ishamiyah)