MASA KONSULTASI MAHASISWA

(FUSHPI News, 8/12) Yudisium dan Pelepasan Sarjana Baru XII Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali dilaksanakan kemarin Kamis (7/12) di Ruang Munaqosyah Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Dengan tema, “Melalui Yudisium XII Kita Wujudkan Alumni yang Berintegritas, Unggul, dan Berkarakter Islami.”
Sebanyak 26 Sarjana Baru telah dilantik secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Para alumni yang telah resmi menyandang gelar sarjana dan magister tahun 2017 ini terdiri dari 3 orang alumni Program Magister (S2) Program Studi (Prodi) Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) dan 23 alumni (S1) dari Prodi Studi Agama-Agama (Saa), Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT), serta Aqidah dan Filsafat Islam (AFI).
Dekan FUSHPI UIN RF Palembang, Dr. Alfi Julizun Azwar, M. Ag., dalam sambutannya menyampaikan ungkapan syukur dan selamat kepada para alumni yang telah resmi menjadi sarjana dan memotivasi para alumni untuk terus mengembangkan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat.
“Para alumni tidak boleh berpuas diri dengan gelar yang diraih. Justru momen yudisium adalah saat di mana para alumni dapat mengembangkan diri dalam berkarya, bekerja, dan mengabdikan ilmu kepada masyarakat,” katanya
Lebih lanjut, Dekan berharap para peserta Yudisium dapat memulai karir pasca jika berminat untuk terjun mengabdi dalam dunia akademisi. “Bagi yg berkeinginan untuk studi lanjut kami doakan semoga sukses,” Singkat ujar pria kelahiran Bogor ini.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga dan Alumni Ushuluddin (IKADDIN), H. Hendri Zainuddin, S. Ag., S.H., mengatakan bahwa para alumni harus lebih giat mengembangkan skill dan link.
“Skill itu penting untuk bersaing di dunia kerja. Kemudian, memperpanjang silaturahmi adalah salah satu cara, untuk menjemput rezeki dan kesuksesan. Oleh karena itu, kami mengundang seluruh alumni untuk bergabung bersama dalam IKADDIN untuk membentuk program yang dapat membantu para alumni,” Kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ini.
Kegiatan Yudisium berlangsung dengan khidmat. Serangkaian acara berjalan dengan lancar hingga menjelang waktu Zuhur tiba. Sebelum acara dimulai, FUSHPI mengadakan tradisi baru dalam Yudisium kali ini, yaitu dengan menghadirkan tradisi mengarak para sarjana ke ruang pelantikan dengan diiringi oleh Drum Band Fushpi yang diasuh oleh Wakil Dekan III, Dr. Muh. Mawangir, M. Ag.
Terpisah Kasubbag Akademik Dan Kemahasiswa FUSHPI UIN RF Palembang Dra. Kartini mengatakan dalam setiap kegiatan yudisium ada penganugerahan kepada lulusan yang dinilai berprestasi pada Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang. Di antaranya Sarjana Berprestasi tingkat Fakultas diraih oleh Olivia Wahyu Salsabella, S. Ag, sedangkan untuk Sarjana berprestasi Tingkat Program Magister (S2) IQT diraih oleh Lili Kaina, S. Ud., M. Ag.
“Kemudian atas nama Irawansyah, S. Ag., meraih Sarjana Berprestasi Tingkat Program Studi SAA, Olivia Wahyu Salsabella, S. Ag., kategori Sarjana Berprestasi Tingkat Program Studi AFI serta Mentari Paj Okta, S. Ag., Sarjana Berprestasi Tingkat Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir,” pungkasnya (awen/fran)
Program Studi Ilmu Hadits telah sukses melaksakan kegiatan Living Hadits yang diperuntukkan bagi mahasiswa/I Prodi Ilmu Hadits. Kegiatan ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam pengkajian, pelatihan dan diskusi yang bersifat akademik di bidang kajian keislaman.
Kegiatan living hadits ini dilatar belakangi dengan adanya perubahan sosial yang begitu cepat di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang menuntut Perguruan Tinggi sebagai wadah pendidikan dan kebudayaan untuk senantiasa bias menyesuaikan ilmu-ilmu yang dipelajari dengan perubahan sosial. Menyadari hal tersebut, maka Prodi Ilmu Hadits sebagai salah satu bentuk komitmennya dalam memberikan pelayanan unggul bagi seluruh pengguna (user), terutama di ranah akademik merasa perlu untuk mengadakan kajian, bimbingan dan pelatihan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan dirinya terjun di tengah-tengah masyarakat dalam menjawab permasalahan social keagamaan.
Adapun tujuan kegiatan Living Hadits dilaksanakan adalah :
1. Memberikan pengetahuan dan informasi kepada mahasiswa tentang model dan pola living hadits
2. Mengajak mahasiswa untuk bias bersifat kritis dan bijaksana dalam menyikapi semua problem social keagamaan dengan dilandasi pada nilai-nilai luhur hadits.
3. Mewujudkan mahasiswa sebagai peneliti yang selalu mengedepankan aspek solutif dan argumentative dalam menyelesaikan problema keagamaan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.
Sedangkan tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah: “Mewujudkan Mahasiswa Prodi Ilmu Hadits sebagai Peneliti dan Muhaddis Awwal yang berkualitas, Kompetitif dan Solutif dalam Menjawab Permasalahan Sosial Keagamaan di Era Modern”
Adapun yang menjadi Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Sulaiman Mohammad Nur, MA dan Bapak Hedhri Nadhiran, M.Ag yang menjelaskan tentang metodologi Pemahaman Hadis, Metodologi Penelitian hadits dan Praktek Living Hadits yang menggunakan Ilmu-Ilmu Sosiologi dan Antropologi. Kegiatan Ini Langsung di Buka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Bapak Dr. Alfi Julizun Azwar, M.Ag. Dalam sambutannya, Dekan mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Prodi Ilmu hadits, dan berharap kegiatan ini terus dilakukan demi memberikan kontribusi terhadap pengembangan pemikiran dan kajian hadis ke depan. Sedangkan Moderator langsung di pimpin oleh Ketua Prodi Ilmu Hadits Bapak Almunadi, M.Ag
Kegiatan Living Hadits dihadiri oleh Wakil Dekan I, II dan III, seluruh Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam serta seluruh Mahasiswa Prodi Ilmu Hadits dari setiap angkatan, yaitu Semester I, III dan V.
Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang melakukan kunjungan di lima tempat Ibadah di Palembang. Kunjungan tersebut dilakukan di Gereja Katolik Santo Yoseph (Kristen Katolik), Klenteng Chandra Nadi (Tridharma-Buddha), Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho , Pura Agung Sriwijaya (Hindu) dan Klenteng Hok Tjing Rio (Tridharma-Buddha). Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui lebih banyak tentang agama-agama tersebut sehingga semakin meningkatkan toleransi antar umat beragama.
Selama proses kunjungan ke rumah peribadahan berbagai agama tersebut, para peserta mendapat kesempatan tidak hanya untuk berkunjung, tapi juga menanyakan berbagai hal yang ingin mereka ketahui kepada pihak pengelola tempat peribadatan.
Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Studi Agama-Agama dan Prodi Studi Agama-Agama tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Acara dimaksudkan agar para mahasiswa dapat menumbuhkan sikap toleransi dan menangkal sikap radikalisme di kalangan generasi muda.
Selama Kunjungan para Mahasiswa secara tidak langsung diperkenalkan mengenai harmonisnya hubungan antar agama di Palembang. Klenteng Chandra Nadi di 10 Ulu misalnya, persis di sebelah Klenteng terdapat Masjid Al Ghazali yang menurut Harun (Pengurus Yayasan Chandra Nadi) pembangunannya merupakan hasil gotong-royong antara komunitas Tionghoa dan muslim di lingkungan 10 Ulu Palembang. Hampir sama terlihat di Pura Agung Sriwijaya yang letaknya persis berdekatan dengan Masjid. Selain itu Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho sangat kental dengan perpaduan antara budaya Islam dan Tionghoa
Setelah kunjungan di lima ibadah tersebut, para peserta dan panitia semakin diperkenalkan tentang toleransi antar umat beragama. Para pemuka agama berkesempatan untuk mengenalkan tata cara peribadatan keenam tempat ibadah hingga mereka mengetahui bahwa tidak terlalu banyak perbedaan antar agama. Karena pada dasarnya, meskipun berbeda setiap agama menginginkan perdamaian. Yang terpenting adalah bagaimana menerima perbedaan untuk sebuah harmonisasi kehidupan. (Zaki Faddad dan Admin)