SURAT TERBUKA REKTOR UIN RADEN FATAH PALEMBANG
Surat Terbuka Rektot untuk Peserta Wisuda Ke-73 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Surat Terbuka Rektot untuk Peserta Wisuda Ke-73 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Diikuti oleh 105 peserta yang terdiri dari 63 orang Mahasiswa prodi tasawuf dan psikoterapi,12 orang utusan dosen dan 30 peserta utusan dari PBI. Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah, Palembang. mengadakan Pelatihan metode diagnosa thibbunnabawi yang diselenggarakan di Gedung Rafa UIN Raden Fatah (sabtu,29 Febuari 2020)
Dalam sambutan Kepala Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Dr. H. Wijaya,M.Si, menyatakan bahwa seminar dan pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi yang berbasis kepada akreditasi,profesi dan untuk meningkatkan kemampuan personal, akademikal, dan profesional mahasiswa serta meningkatkan keterampilan metodelogi pengobatan atau terapi fisik yang berbasis alamiah, ilmiah, dan ilahiah.
Dalam Sambutan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Dr. Alfi Julizun Azwar, M.Ag, menegaskan bahwa beliau mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Wijaya selaku kaprodi tasawuf dan psikoterapi. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa supaya terampil dan memperoleh Surat Keterangan Pendamping ijazah yang terakreditasi di BNSP.
“Dibandingkan dengan prodi-prodi lain yang ada,memang kemampuan praktis yang harus dimiliki mahasiswa tasawuf dan psikoterapi adalah sesuatu yang mutlak. Terobosan– terobosan yang dilakukan oleh Pak Wijaya adalah sesuatu yang luar biasa sehingga patut dicontoh oleh prodi-prodi lain”.
Selanjutnya ketua PBI, Muhammad Yusuf, mengungkapakan bahwa perkumpulan bekam indonesia dalam hal ini pengurus Sumsel mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan oleh prodi Tasawuf dan psikoterapi ini,terutama dalam bidang diagnosa metode thibbunnabawi. Sehingga Pengurus PBI Pusat menurunkan orang – orang yang handal dan berkompeten.
Untuk materi yang terkait dengan anatomi sistem pernafasan dan titik bekam disampaikan oleh dr. Indri Seta Septadina, M.Kes sedangkan materi Diagnosis thibbunnabawi sebagai pondasi penentuan terapi bekam disampaikan oleh Zubaida Rahma,selaku ahli herbal dan praktisi bekam.
Narasumber – narasumber yang kami kirim dan utus ini merupakan narasumber yang memang betul – betul memiliki kompetensi dibidangnya.
Dan telah memiliki sertifikat keprofesian yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).Sehingga apa yang diharapkan oleh Ka. Prodi dan Pak Dekan dapat terealisasi. Agar mahasiswa memiliki kemampuan juga dapat Sertifikat yang dikeluarkan oleh LSP. Sehingga pada saatnya bisa memeroleh izin praktek dari Kementerian Kesehatan RI.
Lebih jauh ditegaskan oleh Haji Wijaya,Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raddn Fatah Palembang, Bahwa banyak orang yang tidak paham jika Islam bukan hanya aspek ritual saja tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan, termasuk hidup sehat ala Islam tegas lelaki yang beperawakan kekar dan terkenal ramah ini.
“Sesungguhnya banyak orang yang tidak tahu bahwa Islam melalui Nabi Muhammad SAW memiliki juga metode pengobatan sendiri yang dikenal dengan metode pengobatan ala Nabi, atau Thibbunnabawi” Tegas Wijaya, sambil menunjukkan buku Thibbunnabawi karangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Mengakhiri pembicaraan ini.
PALEMBANG-Menjadi mahasiswa berprestasi tentu sangat istimewa. Namun impian itu bukanlah untuk segelintir orang saja. Karena pada dasarnya semua mahasiswa bisa berprestasi, asalkan ia mau mencoba dan tekun berusaha.
Itulah yang disampaikan Uswatun Hasanah Mahasiswi Berprestasi yang masih kuliah di semester 2 jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) Palembang. Pada tahun 2019 lalu ia mendapatkan anugerah “STUDENT AWARD” dari pihak UIN RF Palembang.
Apa prestasi Uswatun Hasanah? ternyata
Uswatun Hasanah atau yang biasa dipanggil dengan Uswah mendapatkan banyak penghargaan. Pada saat mau Ospek dulu seluruh Mahasiswa baru disuruh mengumpulkan piagam prestasi yg pernah didapat. Uswah ternyata memiliki piagam-piagam penghargaan dari MI ( madrasah Ibtidaiyah ) sampai masuk UIN kurang lebih 100 piagam/penghargaan.
Atas prestasinya itu, Uswah dipanggil Bapak Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dan memintanya untuk membawa piagam asli prestasi-prestasi itu.
“Uswah juga selalu diikutkan di setiap event perlombaan dan Alhamdulillah selalu di Ridhoi Allah SWT, untuk menjadi pemenang” ujar Uswah saat diwawancarai baru-baru ini.
Pada semester 1 di UIN lalu, Uswah sudah berhasil mendapatkan 12 piagam prestasi. Diantaranya :
1. Juara 1 lomba Tausiah yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatab 14 November 2019
2. Juara 1 Syarhil Quran tanggal 23-24 November 2019 di Graha pendidikan POLSRI
3. Juara 1 lomba ceramah tingat Mahasiswa gebyar syiar ar risalah 14-19 Oktober 2019
4. Juara 1 lomba Dai/Daiyah se -sumatera selatan 13 Oktober 2019
5. Juara 1 lomba MTQ Semarak 22th Milad LDK BIDAR 19 Oktober 2019
6. Juara 1 lomba Dakwah tingkat umum 09 November 2019
7. Juara 1 lomba Tahfids kategori 5 juz dalam kompetensi seni Islam Melayu se Sumbagsel ke- II 14 Mei- 1 Juni 2019
8. Peringkat terbaik 1 cabang Hifzil Quran golongan 5 Juz putri pada MTQ ke-5 04-08 Februari 2019.
Dan masih banyak prestasi yang pernah diraih Uswah. Dan saat ini Uswah juga sedang proses menghafal Alquran. Dia mengaku masih menghafal di bawah 10 Juz.
“Aku mulai belajar menghapal Alquran ketika masih kelas 3 SD ( MI ). Dan Uswah bukan anak pondok pesantren, tapi Uswah cuma belajar Alquran di rumah dengan Ayah dan Ummi Uswah sendiri,” ujarnya.
Seperti diketahui, Uswah sendiri bukan saja berprestasi di bidang Dai dan Tahfidz namun Uswah juga sering menjadi MC di acara-acara Islam (Hari Besar Islam,dll) ataupun resmi (Acara Yudisium,Rapat,dll). Uswah juga bisa mengaji Tilawah, dan sering mengisi di acara Resepsi Pernikahan, akad Nikah, Hari-hari Besar Islam, Acara Resmi, dan lainnya.
Sekarang ini, selain menjadi Mahasiswa, Uswah juga berprofesi sebagai guru Tahfidz di MAN 3 Palembang, SMK Kesehatan Aisyiyah Palembang, MTs Negeri 2 Model Palembang, dan Guru Eskul Tilawah di MTs Negeri 2 Model Palembang.
“Setelah tamat MAN 1 Palembang, Uswah dipanggil oleh Kepala Sekolah MTs Negeri 2 Model Palembang untuk mengajar Tahfidz dan Tilawah, karena dulu Uswah adalah alumni sekolah itu, ” ucapnya.
Di bangku kuliah, dengan kegiatan yang padat ternyata Uswah juga tetap mempertahankan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dengan nilai sempurna yakni 4.00.
” Alhamdulillah nilai kuliah tidak terganggu sama sekali, sebab Dosen-dosen Uswah pun sangat mendukung kegiatan lomba yg Uswah ikuti” ujarnya.
“Cara Uswah memupuk semangat dalam belajar dan terus mengikuti lomba adalah Uswah selalu melihat keatas di bidang Ilmu pengetahuan, karena semakin kita belajar, kita akan merasa betapa sedikitnya ilmu yg kita miliki, karena Ilmu adalah sarana untuk mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana Hadist Rasulullah SAW yg berbunyi :
ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻷَﺧِﺮَﺓَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ
Artinya : Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia wajib baginya mempunyai ilmu, barang siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat wajib baginya mempunyai ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat wajib baginya mempunyai ilmu. (H.R.Tarmidzi).
Mahasiswi kelahiran 3 Desember 2001 ini memiliki kiat-kiat dari prestasinya.Tips nya adalah jawaban dari sebuah keberhasilan yaitu terus belajar dan tak kenal putus asa. Sesungguhnya orang yang sukses adalah orang yang paling banyak merasakan kegagalan. Dan ketika mereka mengalami 1 kali gagal mereka membalas gagal itu dengan 10 kali kebangkitan. Sehingga gagal itu menjadi bosan dengan sendirinya karena gigihnya mereka untuk bangkit dan terus bangkit.
“Maka jangan pernah putus asa, teruslah berusaha dan berdoa. Sukses tidaklah selalu dimiliki oleh orang pandai, tapi sukses akan dimiliki oleh orang yang selalu berusaha menjadikan diri nya lebih baik.”
Uswah juga berpesan agar terus berusaha untuk menjadi lebih baik.
“Jangan katakan “AKU TIDAK BISA”, karena itu adalah doa yang tidak baik untuk kita. Katakanlah : “AKU BISA” atau “AKU BELUM BISA”, karena dengan itu kamu akan senantiasa mencoba untuk menemukan sebuah alasan untuk berhasil,”ujarnya.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
” Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya”
( Q.S.Al-Baqarah/2:286 )
“Tiga hal yang tidak boleh hilang dalam perjuangan hidup :
(1) Harapan
(2) Keikhlasan
(3) Semangat” tutupnya.
(PKL Meisya) sumber
Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah Palembang melakukan Pembekalan dan Pelepasan mahasiswa PPL dan Magang di 5 tempat yang berbeda yaitu di RSJ. Ernaldi Bahar, LKTM Kemenkes RI, Holistic Medical Centre, Ponpes Nurul Qomar dan Laboratorium Tapsitera Jum’at, (1/11/2019).
PPL dan Magang ini di ikuti 46 Mahasiswa Prodi Tasawuf Psikoterapi semester 3, untuk mata kuliah,
Sebelum Mahahasiswa di lepas untuk Praktek Pengalaman Lapangan sudah di bekali praktikum laboratorium 1 sks, mata kuliah Ilmu kesehatan dasar selama tiga minggu tegas Ka. Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Haji Wijaya, lebih jauh ditekankan oleh lelaki berperawakan tinggi tegap ini,
” Prodi ini merupakan Prodi baru, maka harus mampu melakukan akselerasi kalau tidak akan ketinggalan dengan Prodi-prodi lainnya, Saya berkeinginan sesuai amanat Rektor UIN Raden Fatah Prodi ini harus mampu menjadi pioner yang mengintegrasikan
model sebuah ilmu Kesehatan yang bersifat konvensional dan tradisional,” ujarnya.
Pencerminan dari integrasi Ilmu dan penyembuhan Holistik,
dalam sambutannya Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah menyampaikan,” Apresiasi terhadap terobosan – terobosan yang dilakukan oleh Ka Prodi Tasawuf Psikoterapi, Kita beruntung karena H. Wijaya ini berkenan menjadi Ketua Prodi Tasawuf Psikoterapi,” ucapnya.
” Beliau bukan hanya dikenal sebagai figur tokoh yang berkiprah di level Nasional dan Pengusaha sukses tapi beliau juga bertangan dingin dalam mengelola sesuatu, terobosan terobosan beliau menjawab semua apriori terhadap keberadaan prodi Tasawuf Psikoterapi ini.
Di kesempatan yang sama Rektor UIN Raden Fatah Palembang yang di wakili oleh Kepala Biro Mirwan Fasta menyampaikan bahwa Kiprah Prodi Tasawuf dan Psikoterapi di bawah kepemimpinan H. Wijaya, mencuri perhatian jajaran pimpinan UIN Raden Fatah sendiri.
Apalagi metode pengobatan yang bersifat alamiah, Ilmiah dan Ilahiah sering membuat orang bertanya tanya apa ini? Tetapi saat ini setelah di paparkan H. Wijaya tadi terjawablah sudah dengan tiga matra terapi berupa, terapi fisik dengan metode akupuntur, akupresure dan herbal ini Alamiahnya, terapi jiwa dengan metode pendekatan psikologi ini pendekatan ilmiahnya dan terapi mental dengan terapi sufi healing inilah pendekatan Ilahiahnya terjawablah sudah yang menjadi tabir saya pribadi selama ini.
Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kepada Allah Swt, atas berkat Rahmat dan Hidayah-Nya, maka Draft Penerjemahan Alquran ke dalam Bahasa Palembang telah selesai dan telah di launching hari Kamis, 17 Oktober 2019 di Gedung Akademik Center pada Acara Dies Natalis ke-5 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang . Sholawat dan salam semoga semoga senantiasa kita sampaikan kepada Rasulullah Nabi Muhammad saw, yang telah membawa manusia kepada Cahaya Alquran
Program Penerjemahan Alquran oleh Kementerian Agama mempunyai 3 tujuan yaitu :
Sementara itu inspirator untuk menerjemahkan Alqur’an ke dalam Bahasa Palembang yaitu almarhum Drs. H. Kailani Mustofa, M.Pd.I. (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam periode 2008-2011), yang kemudian direspon oleh Prof. Dr. H. Aflatun Muchtar, MA (Rektor IAIN Raden Fatah 2 periode). Kemudian terbentuklah tim penerjemah yang salah seorangnya sudah wafat yaitu almarhum RA. Azizchon Abdullah Hasyim. Pada Dies natalis Emas tahun 2014 (DNE 50) IAIN Raden Fatah Prof. Dr. H. Aflatun Muchtar MA, berharap penerjemah ini bisa diselesaikan. Tetapi terkendala oleh biaya operasional. Selain kendala operasional kendala lain yang dihadapi yaitu adanya anggapan dari sebagian masyarakat bahkan sesepuh wong Palembang sendiri menganggap pesimis kerja penerjemahan dengan beberapa alasan, yaitu : (1) Kekhawatiran menerjemahkan al Quran ke dalam bahasa Palembang sebagai perbuatan dosa. (2) Minimnya Bahasa Palembang digunakan dalam percakapan sehari-hari, sehingga kesulitan untuk mencari penerjemah. (3) Ketidakjelasan siapa yang akan membaca naskah terjemahan.
Kemudian kerja ini dilanjutkan oleh Dr. Hj. Zuhdiyah M.Ag yang menghasilkan karya penelitian berjudul Terjemahan Alquran dalam Bahasa Palembang tahun 2015 (Menerjemahan Juz Amma ke dalam Bahasa Palembang). Kemudian Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa dan harapan kita semua melalui rekomendasi Prof. Dr. HA. Soeyitno M.Ag, terjadilah pertemuan tim Puslitbang (sdr. Zulkarnain ), Prof. Dr. H. Ris’an Rusli, Prof. Romli SA, M.Ag, Dr. Hj. Zuhdiyah M.Ag, Dra. Hj. Nur Fitriyana M. Ag dengan Dekan Fushpi (Dr. Alfi Julizun Azwar, M.Ag) tentang kegiatan ini pada 11 Oktober 2017. Pertemuan ini menghasilkan proposal yang dikirim ke pihak Puslitbang pada 12 Oktober 2017. Setelah proposal dikirim, Tim Pustlitbang (Drs. H. Yasin Rahmat Ansori dan Yeheskil SAP) melakukan survey tentang kelayakan kegiatan ini pada 28 Desember 2017. Hasil survey dilanjutkan dengan pelaksanaan MoU/MoA antara Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi dengan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiiran Islam UIN Raden Fatah Palembang 26 Februari 2018, dihadiri secara langsung oleh Kapus ( Dr. Muhammad Zain, M.Ag) dan tim Litbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kementerian Agama RI.
Kegiatan selanjutnya menetapkan tim penerjemah. Penetapan tim ini merujuk kepada MoA pasal 1 ayat 2 terdiri dari ulama, akademisi, ahli tafsir, budayawan lokal, huffazh, ahli bahasa daerah, ahli bahasa Arab dan ahli lain sesuai kebutuhan.
Berdasarkan hasil rapat pembahasan draft awal (Panduan 1) pada 26 Februari 2018 menetapkan nama-nama Tim Penerjemahan terdiri dari :
Untuk penyeragaman persepsi dalam penerjemahan, maka ditetapkan Pedoman Penerjemahan. Berdasarkan hasil rapat pembahasan draft awal (Panduan 2) pada 29 Maret 2018/12 Rajab 1439. Pedoman penerjemahan ini merujuk kepada
Guna mencapai target kegiatan ini tepat secara waktu, maka perlu ada tahapan-tahapan dalam pelaksanaannya. Dalam kegiatan penerjemahan ini beberapa tahapan yang sudah dilakukan yaitu :
Setelah proses penerjemahan dan workshop draft final hasil penerjemahan dilakukan proses validasi dan dilanjutkan dengan wokshop. Workshop Pembahasan draft Awal Validasi penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Palembang, dilaksanakan 2 s/d 4 Mei 2019/27 s/d 28 Syakban 1440 H. Workshop pembahasan Draft Awal Validasi ini sebagai upaya untuk meninjau kembali semua penerjemahan yang sudah divalidasi dari Juz 1 s/d Juz 15.
Kemudian dilaksanakan workshop Validasi pembahasan draft final penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Palembang pada 25-27 Juli 2019/22-24 Zulqo’dah 1440 H.
Demikianlah dinamika yang terjadi dalam proses penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Palembang, Alquran sebagai Firman Allah Swt. yang menjadi pedoman bagi kehidupan umat Islam. Oleh karena itu bahasa yang terdapat dalam Alquran sebagai agama yang sangat kaya dan tentu saja sulit untuk diterjemahakan ke dalam bahasa apapun di dunia. Menerjemahkan menjadi sama dengan menafsirkan yang kira-kira mempunyai padanan kata yang sama. Persoalan gaya bahasa yang bersifat sastra yang terdapat dalam bahasa Arab apakah memungkinkan juga dapat diterjemahkan dalam bahasa sastra Palembang. Oleh Karena itu dalam kegiatan ini perlu dilakukan beberapa verifikasi, antara lain (1) Verifikasi masyarakat (2) Verifikasi kultural (3) Verifikasi bahasa. Alhamdulillah, dari keseluruhan tahapan kegiatan yang sudah dilakukan, maka kegiatan ini telah menghasilkan Penerjemahan Alquran ke dalam Bahasa Palembang. (alfi, nurfitriyana)
Palembang, 1 Agustus 2019. Promosi Kesehatan Tradisional, di Gedung Akademik Center UIN Raden Fatah Palembang.
Kegiatan Promosi Kesehatan Tradisional (Penyuluhan Akrupresure Mandiri, Pemeriksaan gula dan tekanan darah serta memperkenalkan makanan dan minuman sehat) ini terselenggara dari tindak lanjut MOA antara Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi dengan Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) KEMNENKES RI. Menurut Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi, Drs. Wijaya, M.Si, prodi akan melakukan MOU & MOA kepada beberapa BUMN, Perusahaan-Perusahaan, Universitas-Universitas, Untuk Memajukan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, dalam beberapa MOU/MOA nanti akan berisi sebuah kerjasama dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun enterpreneur.
Promosi Kesehatan ini dibuka Oleh Rektor yang diwakili oleh Dr. Ismail Sukardi (Wakil Rektor I), dr. Hermanto (Kepala LKTM), Dr. Alfi Julizun Azwar, M.Ag (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam) dan Drs. Wijaya, M.Si (Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi).
Tasawuf dan Psikoterapi adalah sebuah program studi yang menggabungkan 2 disiplin ilmu, yaitu Tasawuf dan Psikoterapi. Tasawuf atau yang kerap disebut Sufisme dalam agama Islam adalah sebuah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi.
Sementara itu, Psikoterapi sendiri adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Karena itulah dalam strategi bangun teorinya, keberadaan Tasawuf dan Psikoterapi memiliki tiga matra, yaitu: fisik,mental dan Jiwa. Dalam artian,selain melakukan terapi yang bersifat fisik mahasiswa dan alumni Tasawuf dan Psikoterapi mampu menterapi gangguan mental dan jiwa klien atau pasienya.
Demikian hal tersebut diuraikan Drs. H. Wijaya, MSi., Phd., dalam sambutannya di acara Pelatihan Self Healing Dengan Metode Akupresure, Kamis (01/08), bertempat di Academik Centre Univerfsitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
Kegiatan ini sendiri diadakan oleh Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah Palembang bersama Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Lebih jauh, Ketua Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ini menyampaikan, untuk membantu penyembuhan pasien yang mengalami gangguan fisik pihaknya bekerjasama dengan LKTM Kemenkes RI dalam bidang terapi kejiwaan. Yang tentu saja melibatkan rumah sakit jiwa, yang di dalamnya nanti ada kelompok psikiater/psikolog.
“Ddalam bidang mental kami menggunakan metode spiritual healing, atau dalam hal ini metode sufi Healing. Sehingga dengan demikian pengobatan atau terapinya jelas menggunakan metode alamiah, ilmiah dan illahiah,” katanya menegaskan.
Di tempat yang sama Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam DR. Alfi JR, MA mengatakan bahwa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi ini merupakan prodi yang paling bungsu tetapi gebrakannya di bawah kepemimpinan Haji Wijaya sangat cepat dan dinamis .
“Melesat, melintas batas dan menerobos sekat-sekat birokrasi dan primodialisme. Kedepannya saya yakin akan terus semakin maju dan para alumninya pasti mampu berkiprah di tengah tengah masyarakat,” tandasnya pula.
Sementara itu, Kepala LKMT Kemenkes RI Palembang dr.H.Hermanto mengatakan, bahwa kerjasama dengan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah merupakan realisasi dari MoA yang ditanda tangani beberapa bulan sebelumnya.
“Dengan melihat kiprah Pak Haji Wijaya sang visioner ini, saya secara pribadi optimis Prodi Tasawuf dan Psikoterapi akan mampu membawa insan mahasiswa prodi ini nantinya bukan sebagai pencari kerja tetapi melahirkan alumni-alumni yang menciptakan lapangan kerja bagi diri mereka sendiri maupun masyarakat lain.
Saya merasa yakin, para alumni nanti akan menjadi tenaga yang terlatih, terampil dan andal bagi kesehatan fisik, jiwa dan mental,” papar H. Hermanto disambut tepuk tangan hadirin.
Acara ini sendiri dibuka oleh Rektor UIN Raden Fatah yang diwakili oleh Wakil Rektor I Dr. Ismael Sukardi. Dalam sambutannya, beliau menyatakan kekagumannya dengan gerak cepat Prodi Tasawuf dan Psikoterapi ini.
“Karena saya merasakan dan menyaksikan sendiri penandatangan MoA baru satu bulan yang lalu dan saat ini lansung diimplentasikan. Padahal yang saya rasakan selama ini, cuma di atas kertas saja MoU dan MoA kegiatannya.
Sudah MoU terus hilang tak berbekas. Gerakan Prodi Tasawuf dan Psikoterapi ini patut dicontoh oleh prodi-prodi yang lain,” urai Wakil Rektor I Dr. Ismael Sukardi yang juga disambut applaus hadirin.
Kegiatan ini selain diisi dengan pelatihan Self Healing terapi fisik mandiri metode akupresure, juga diawali dengan bakti sosial pemeriksaan tekanan dan gula darah Gratis. Tak lupa pula penyuluhan pola hidup sehat dan penyajian makanan dan minuman herbal.
Turut hadir dalam kegiatan ini masyarakat secara luas, disamping perwakilan mahasiswa negeri dan swasta sekota Palembang. Juga hadir unsur civitas akademika UIN Raden Fatah. Sehingga, acara berlangsung semarak dan penuh dengan antusiasme.
Palembang, 25 Juli 2019. Workshop Validasi Draft Final Penerjemahan al-Qur’an ke-Dalam Bahasa Daerah (Palembang), di Hotel Santika Palembang (25-27 Juli 2019).
Setelah beberapa kali mengadakan workshop kini Penerjemahan al-Qur’an ke dalam Bahasa Daerah Palembang sudah dalam tahap validasi Draf Final. Workshop Validasi Draft Final Penerjemahan al-Qur’an ke Dalam Bahasa Palembang ini di buka oleh Drs. Riza Fahlevi, M.M (Staf Ahli Gubernur bidang SDM dan Kemasyarakatan), Dr. Fajri Ismail (Ketua LPM UIN Raden Fatah Palembang sebagai Utusan Rektor), Dr. H. Muhammad Zain, MA (Kepala PUSLITBANG KEMENAG RI), Dr. Alfi Julizun Azwar, M.Ag (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam) dan Prof. Dr. Aflatun Muchtar (Ketua Tim Penerjemah al-Qur’an dalam bahasa Palembang).
Staf ahli gubernur bidang SDM dan kemasyarakatan Reza Fahlevi mengatakan,”Kegiatan workshop penerjemahan al-Qur’an dalam bahasa daerah Palembang ini begitu penting karena merupakan salah satu upaya memelihara bahasa khas palembang melalui pembelajaran agama, dengan penerjemahan al-Qur’an dalam bahasa palembang, selain itu juga bisa mendorong semangat masyarakat palembang dalam membaca Alquran” serta Bahasa Palembang nanti akan jadi mata pelajaran muatan lokal di Sekolah-Sekolah, ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Sumsel Prof. Dr.Aflatun Muchtar, selaku ketua tim penerjemah al-Qur’an Bahasa Palembang menambahkan, sejatinya program kegiatan ini sudah berjalan prosesnya dari tahun 2018 yaitu tahap penerjemah sedangkan tahun 2019 ini adalah tahap validasi termasuk workshop hari ini adalah tahap kedua validasi dan merupakan tahap terakhir, ujar Aflatun.
Kegiatan penerjemahan ini sendiri Bekerjasama dengan UIN Raden Fatah Palembang, yang dilaksanakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, kemudian didukung oleh Puslitbang Lektur Khazanah Kementerian Agama RI, maka dari itu, kami selalu mengusahakan berkonsolidasi dengan pemerintah agar bisa disupport lagi untuk proses tahapan pencetakkan al-Qur’an yang memerlukan biaya untuk distribusi dan sosialisasi, apa lagi awal oktober rencananya Terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Palembang ini akan dilaunching ,”tandasnya (Pran)
Palembang – Dr. H. Muhammad Zain, MA., Kepala PUSLITBANG LEKTUR KEMENAG RI (Berdiri Ditengah, Batik Merah Maron) Buka Secara Resmi Workshop Validasi Pembahasan Draft Awal Penerjemahan Alquran Dalam Bahasa Palembang, di Hotel Santika Palembang, Kamis (2/4/2019).
FUSHPI-UINRF,– Kepala PUSLITBANG LEKTUR KEMENAG RI, Dr. H. Muhammad Zain, MA., Membuka secara resmi Workshop Validasi Pembahasan Draft Awal Penerjemahan Alquran Dalam Bahasa Palembang, di Hotel Santika Palembang, Kamis (2/4/2019). Kegiatan Diawali dengan Pembacaan Ayat suci Alquran oleh Ananda Ahmad Hafly Fattahillah, dan Pembacaan Terjemahannya dalam bahasa Palembang oleh Dr. Hj. Zuhdiyah, MA., serta Pembacaan Doa Khusu untuk Almarhum Drs. H. Kailani, M.Pd.I (Inspirator penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Palembang), dan Almarhum Raden Aziz Chon Hasyim Abdullah (Tim penerjemah Prematur).
Dalam laporan ketua panitia daerah penerjemahan alquran, Dr. Alfi Julizun Azwar, M.Ag. menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang sudah menyelesaikan tahapan terjemahan alquran.
“Sekarang masuk tahap validasi 15 juz pertama, Selanjutannya setelah lebaran ini untuk 15 juz kedua, setelah itu baru akan di Validasi di tingkat nasional. Terjemahan akan di teliti lagi dengan persiapan dan penambahan ornamen-ornamen bingkai (Iluminasi) untuk di lay out dan masuk percetakan. Setelah Pencetakan selesai akan dipersiapkan kegiatan launching,” Ujar Dekan Fakultas Ushuluddin dan Perbandingan Islam (FUSPI) UIN Raden Fatah Palembang
Masih menurut DR. Alfi JulizunAzwar, Sebagai ketua tim penerjemah alquran kedalam baso (bahasa) Palembang menyatakan Optimistis kerja dalam terjemahan Al Quran bahasa Palembang akan rampung 30 juz. Tegasnya usai pembukaan workshop validasi pembahasan draft awal penterjemahan Al Quran ke dalam Bahasa Palembang, di ruang pertemuan Hotel Santika Palembang.
Diakui oleh Dr. Alfi bahwa kendala validasi karena tim yang dimilikinya terbatas, namun jika orang dalam dalam tim tersebut lebih banyak menurutnya akan lebih cepat.
“Secara keseluruhan itu semua lancar-lancar semua,” katanya. Untuk penterjemah Al Quran Bahasa Palembang ini menurutnya ada 10 orang dan validator ada empat orang .
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Ismail Sukardi, M.Ag. mengatakan bahwa kegiatan penerjemahan alquran ini adalah lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang sudah menyelesaikan tahapan terjemahan alquran Bahasa Palembang.
“Kalo tidak salah Kegiatan awal kegiatan ini sudah dilaksanakan dengan tahapan penterjamahan kedalam Bahasa Palembang (Baso Plembang), dan saya juga hadir dalam kegiatan sebelumnya, denga kata lain sayapun ikut punya andil dalam kegiatan ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Kegiatan Validasi ini sudah dimulai sejak Januari 2019, sedangkan terjemahannya sudah sejak Januari 2018. Sedangkan Untuk launching Kitab Terjemahan AlQuran Baso Plembang ini ditargetkan September 2019, Tentu dalam kesempatan ini kami menyampaikan Apresiasi dan Penghargaan yang tinggi kepada semua pihak yang ikut andil.
Sedangkan Kepala Puslitbang Lektur Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag), Dr. H. Muhammad Zain memastikan Kementerian Agama Republik Indonesia sudah menerjemahkan kitab suci Alquran ke dalam 20 bahasa daerah selama lima tahun terakhir diantaranya bahasa Kaili, Banyumas, Minang, Sasak, Mongondow, Batak Angkola, Batak, Kanayat, Toraja, Ambon, Bali, Banjar dan Palembang. Dari 20 itu yang sudah dicetak ada 17 terjemahan bahasa daerah.
“Untuk Terjemahan Alqueran Bahasa Palembang akan Kementrian Agama akan mencetak sekitar 500 kitab, selebihnya tergantung dukungan pemerintah daerah, donatur-donatur dan Al Quran ini harus sebanyak mungkin di cetak karena penyebarannya nanti secara nasional bukan hanya di Sumsel,” kata Muhammad Zain.
Masih menurut Ka.PUSLITBANG LEKTUR bahwa Penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah merupakan komitmen Kemenag untuk mewarisi nilai-nilai luhur Alquran dan merawat bahasa daerah masing-masing.
“Bahkan beberapa daerah menggunakan bahasa yang sebenarnya nyaris punah, Proses penerjemahan biasanya memakan waktu dua tahun,” Ungkapnya
Pada tahun pertama Kemenag menjalin MoU dengan universitas Islam di daerah setempat untuk menerjemahkan Alquran yang melibatkan ulama dan ahli bahasa, proses penerjemahan Al Quran ini menurutnya menggunakan referensi ke tafsir-tafsir klasik berbahasa arab untuk mencari makna dan padanan yang tepat tiap kata. Di tahun kedua, terjemahan Alquran dalam bahasa daerah divalidasi untuk memantapkan makna yang telah diterjemahkan, kemudian diusulkan ke Kemenag agar dicetak dan diperbanyak.
Pada Acara Pembahasan Pertama Bapak Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Drs. H. M. Sirozi, MA, Ph.D berkesempatan hadir dan memberikan tanggapan pada acara workshop ini, menurutnya harus segera dimulai sosialisasi dari hasil workshop ini, dimulai dari acara-acara yang ada di UIN Raden Fatah dengan tilawah Qur’an dan sari tilawah dengan bahasa Palembang.
Video Tanggapan Rektor UIN Raden Fatah
(ARI/PRAN)
http://beritapagi.co.id/2018/08/09/2019-al-quran-terjemahan-baso-palembang-di-launching.html
Palembang, – Konferensi Konsorsium ke-4 Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Se-Indonesia tahun 2019 dengan tema “Membangun Bangsa Berfitrah Alamiyah ,Ilmiyah dan Ilahiyah” di Hotel Swarna Dwipa Jalan Tasik no.2, Palembang. Selasa (23/04/2019)
Drs. Wijaya, M.Si sebagai Ketua Pelaksana dalam kegiatan tersebut ” Dalam kegiatan ini saya sangat berterima kasih kepada 20 utusan masing-masing dari UIN/IAIN SE-INDONESIA dan ada satu dari Universitas Muhammadiyah Cirebon, Bapak Dr. H. Ahmad Darmawan bahkan ada yang jauh pesertanya yaitu dari UIN Antasari Banjarmasin Bapak Dr. Muhammad Rusdi. semoga Tasawuf dan Psikoterapi ini menjadi pusat pengembangan kajian Tasawuf dan Psikoterapi. bidang ini tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan agama islam tetapi juga memahami ilmu psikologi melalui pendekatan Psikoterapi Eksistensial Humanistik” tuturnya.
H. Sulaiman M. Ag, konsersium Nasional ” konsersium ini sudah berumur 2 tahun dan ini bertepatan pas ulang tahun kita. Pada tahun 2017 mengadakan 2 kali sebenarnya, tapi ini sudah di Hapus pada tahun 2015 silam. Semoga tasawuf ini bisa membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat” Ujarnya.
Dr. Ismail M.Ag, Wakil rektor II “Selamat kepada Prodi Tasawuf dan Psikoterapi karena sudah berhasil menjadi tuan rumah acara Konferensi konsorsium ke-4 Tasawuf dan Psikoterapi Se-Indonesia tahun 2019. Karena Prodi ini belum satu tahun dan belum mempunyai Alumni tetapi sudah bisa menjadi tuan rumah dalam acara tingkat nasional. krena ada Prodi kita yang lebih setengah abad tetapi perkembangannya biasa saja” tuturnya.
Ada 3 fakta terkait dalam Tasawuf dan Psikoterapi. saya mengikuti seminar Internasional IAIN BENGKULU, ada penelitian yang menarik yang terkait dengan Tasawuf dan Psikoterapi judulnya ialah Hubungan antara frekuensi lantunan Al-Qur’an terhadap pengurangan kecemasan penderita diabetes. Ada keterkaitan dengan dengan Tasawuf dan Psikoterapi melalui Latunan Al-Qur’an”. ujarnya
Dr. Ismail M.Ag, Wakil Rektor II, sekaligus membuka acara Konferensi Konsorsium ke-4 Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi se- Indonesia tahun 2019 dengan tema ” Membangun Bangsa Berfitrah Alamiyah, Ilmiyah, dan ilahiyah. (Raudho/Pran)