Category: Berita

DEKLARASI PEMILU BERETIKA DI JAKARTA 6 APRIL 2019

Acara yang di Gelar di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Dr. Harjono, S.H., M.C.L. dan  seluruh anggota DKPP RI: Prof. Dr. Teguh Prasetyo, S.IP, M.Si, Hasyim Asy’ari, S.H, M.Si, PH.D, Prof. Dr. Muhammad, S.IP, M.Si, Fritz Edward Siregar, S.H, LL.M, PH.D, Dr. H. Alfitra Salam, APU, dan Dr. Ida Budhiati, S.H, M.H

Dra.  Hj. Anisatul Mardiah, M.Ag, Ph.D, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang yang telah dilantik Sebagai Tim Pemeriksa Daerah untuk Wilayah Sumatera Selatan, Bersama-sama tim pemeriksa daerah lain menghasilkan komitmen “Deklarasi Pemilu Beretika”, yang isinya :
Kami Penyelengara Pemilu, Peserta Pemilu dan Pemilih Pemilu pada Pemilu 2019 Berjanji :

  1. Menjaga etika pemilu demi terwujudnya Indonesia yang bermartabat
  2. Memelihara Keamanan, Ketertiban, Kedamaian dan penyelenggaraan Pemilu
  3. Menghormati hasil pemilu yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip kode etik penyelenggara pemilu dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

DRA. HJ. ANISATUL MARDIAH, M.AG, PH.D DILANTIK SEBAGAI TIM PEMERIKSA DAERAH PELANGGARAN KODE ETIK PENYELENGGARA PEMILU

Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Dra. Hj. Anisatul Mardiah, M.Ag, Ph.D mewakili unsur Masyarakat dilantik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Pusat sebagai Tim Pemerikasa Daerah. Yang mana kegiatan ini bertempat di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat (6/4/19).

Pengukuhan dilaksanakan di hotel Sari Pacific oleh Ketua DKPP RI Dr. Harjono, S.H., M.C.L dan Dihadiri oleh seluruh anggota DKPP RI: Prof. Dr. Teguh Prasetyo, S.IP, M.Si, Hasyim Asy’ari, S.H, M.Si, PH.D, Prof. Dr. Muhammad, S.IP, M.Si, Fritz Edward Siregar, S.H, LL.M, PH.D, Dr. H. Alfitra Salam, APU, dan Dr. Ida Budhiati, S.H, M.H

Sesuai dengan pasal 459 Undang undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum  dibentuklah Tim Pemeriksa Daerah Pelanggaran Kode Etik Peneyelenggara Pemilihan Umum Pada Setiap Provinsi Di Seluruh Indonesia Periode 2019-2020.

Tim Pemeriksa Daerah yang dibentuk DKPP akan bertugas melaksanakan sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu di daerah. Oleh karena itu, DKPP mengajak TPD bekerja dengan penuh tanggungjawab.

Dra. Hj. Anisatul Mardiah, M.Ag, Ph.D Sebagai unsur Masyarakat Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Sumsel, Saya siap melaksanakan tugas menjaga etika penyelenggara pemilu. Penegakan etika bukan untuk menghukum Penyelenggara Pemilu tapi untuk mengedukasi penyelenggara pemilu agar bekerja sesuai aturan dan menjaga martabat lembaga. Penyelenggara Pemilu yang beretika dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan). Mari kita rawat bersama kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu dengan sama-sama menjunjung etika.

Ketua DKPP, Harjono menyampaikan, DKPP melakukan pemilihan kembali TPD. Sebanyak 80 persen TPD diganti orang-orang baru. Supaya TPD diisi oleh orang-orang dari semua kalangan, maka perlu ada pembaharuan keanggotaan.

“Saya harapkan (TPD) sekali lagi jalankan tugas-tugas dengan baik, harapan (kepada TPD) mari kita selenggarakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab,” kata Harjono saat pidato pengukuhan TPD Periode 2019-2020 di Hotel Sari Pacific.

Ia mengatakan, dalam penyelenggaraan pemilu, DKPP jangan menjadi bagian dari masalah tapi DKPP harus menjadi solusi dari masalah. Menurutnya, DKPP, KPU dan Bawaslu harus bisa mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. (Pran)

PELATIHAN NASIONAL MAHASISWA PRODI TASAWUF DAN PSIKOTERAPI FUSHPI UIN RADEN FATAH PALEMBANG

Palembang, – Pelatihan Nasional dengan Tema : “Dari Energi Psikologi ke Sufi Healing” Mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Hotel Swarna Dwipa Jalan Tasik no.2, Palembang. Kamis (25/04/2019)

Bapak Aswar Saputra sebagai Keynote Speaker dalam acara ini menyampaikan bahwa Energi psikologi atau Emotional Freedom Techniques (EFT) adalah serangkaian metode yang berorientasi pada sistem energi tubuh, untuk melepaskan individu dari gangguan emosional dan fisik. Dalam pengembangannya ke sufi healing menjadi bentuk terapi alternatif yang dilakukan dengan menggunakan nilai-nilai sufisme se­bagai cara treatment atau pencegahan. Model ini telah dikenal dalam ma­syarakat sejak Islam dan sufisme berkembang. Rujukan ilmiah dari mengenai sistem kerja peng­obatan­nya dapat ditemukan dalam berbagai teori psikologi transpersonal, di mana kesadaran menjadi fokus kajian. Secara medis, pengobatan ini juga disebut psycho-neurons-endocrine-immunology, yang kesimpulannya adalah adanya hubungan antara fikiran dan tubuh dalam kesehatan manusia.

PRODI TASAWUF DAN PSIKOTERAPI UIN RADEN FATAH PALEMBANG GELAR PELATIHAN METODE PENYEMBUHAN TADZIKYYATUN NAFS

Tampaknya Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang tidak bermain main mencetak dan melahirkan tenaga andal di bidang layanan kesehatan berbasis Tasawuf dan Psikoterapi.

Ya, guna mewujudkan profesionalisme dan kwalitas mahasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, Minggu (24/02/19) digelar Pelatihan Penyembuhan Illahiah Terapi Al Qur’an dengan metode Tadziyatun Nafs. Acara diadakan di Ruang Munaqasyah dengan trainer Ustadz Harmadianto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ustadz Toto.

Dalam uraiannya di hadapan 50 orang mahasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, Ustadz Harmadianto memaparkan hal- hal mendasar terkait tema pelatihan. Disebutkab,
Tazkiyatun Nafs adalah proses pembersihan jiwa dari segala bentuk kotoran hati dan jiwa, sehingga menjadi pribadi yang mempunyai akhlak yang mulia.

“Karena betapa banyak dari kita yang masih belum memahami mana yang benar dan mana yang salah. Sehingga kita melakukan sebuah kebenaran dengan berlandaskan pemahaman yang benar, tetapi persoalannya banyak di antara kita yang terjebak dalam syubhat dan keragu-raguan karena minimnya ilmu,” papar Ustadz Toto.

Parahnya lagi, tambah sang Ustadz, banyak manusia masih enggan untuk mencari ilmu atau sebenarnya tidak memiliki ilmu tetapi berlagak seperti orang yang Berilmu.

“Inilah sumber musibah itu.
Dengan demikian kita perlu rehabilitasi hati,” tegasnya.

Dalam upaya rehabilitasi hati ini setidaknya ada 3 langkah yang penting dilakukan.

Pertama: prilaku dan perbuatan manusia sangat tergantung pada kondisi hati yang ada di dalam dirinya. Apabila hatinya bersih dan baik, prilakunya baik dan sebaliknya apabila hatinya kotor dan buruk prilakunya juga akan buruk.

Kedua : kebersihan hati lebih penting dan lebih utama dari pada kebersihan fisik. Hati yang bersih akan melahirkan tubuh dan prilaku yang bersih dan sehat.

Ketiga: dengan hati yang bersih, hidup manusia akan tenang, damai dan bahagia . Karena kebahagian dan ketentraman ini bukan saja terletak pada kehidupan duniawi yang fana, tetapi hati yang bersih juga jaminan kebahagian ukrowi yang kekal dan abadi.

Demikian paparan Ustadz Harmadianto yang dikenal sebagai Trainer dan Profesional Therapist.

Sementara itu Ketua Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah Palembang Haji Wijaya menegaskan, mahasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi bukan hanya dituntut memiliki kemampuan personal, akademikal dan profesional semata. Yang jauh lebih penting juga harus mampu menjadi sosok panutan yang berbudi luhur dan berakhlak mulia.

“Karena nantinya ketika mahasiswa sudah selesai kuliah wajib mengaktualisasikan ilmunya di masyarakat sebagai Coach, Fasilitator, Promotor, konselor dan psikoterapis,” urai Haji Wijaya.

Dosen sekaligus pengusaha sukses ini menambahkan, dapat dipastikan ke depannya persoalan manusia dan peradabannya semakin kompleks. Karenanya persoalan terkait Spiritual Healing akan memiliki peran yang mengemuka dan sangat dibutuhkan.

“Penting saya tegaskan, mahasiswa prodi Tasawuf dan Psikoterapi ini adalah mahasiswa yang wajib memiliki kemampuan kemampuan praktis aplikasi. Karena prodi ini diharapkan mampu menghasilkan Sarjana Sains Terapan. Bukan ilmu murni, sehingga kurikulumnya pun disusun dengan mata kuliah yang berbasis kompetensi aplikatif. Seperti psikologi, dasar-dasar ilmu medis, farmakologi dan yang paling utama adalah Sufi Healing atau Spiritual Healing,” tandas Haji Wijaya yang mendapat aplous dari mahasiswa.

Ketika ditanya kenapa prodi ini terkesan agak ngotot untuk segera mempercepat kemampuan mahasiswanya dalam bidang terapiutik ini, pria berperawakan tegap dan suka humor ini sambil tertawa menjawab, “Bukan ngotot tapi ngebut. Anda lihatkan kecenderungan masyarakat kita saat ini ada indikasi sedang goyah moralnya dan terganggu mentalnya.”

Sinyaleman tersebut, lanjut Haji Wijaya, terlihat dengan indikasi masyarakat yang mudah marah, mudah panik dan mudah terprovokasi, sehingga pada akhirnya dapat memicu kerawanan sosial.

“Apalagi saat ini di tahun tahun politik, kita melihat jelas berbagai kerawanan sosial. Nah, kami sebagai elemen masyarakat, bangsa dan negara ini wajib ancang-ancang dan mempersiapkan diri untuk mencetak tenaga-tenaga terampil yang mampu merehabilitasi anggota masyarakat baik yang terganggu jiwanya sampai yang sakit jiwanya,” ungkap sosok yang juga dikenal sebagai sosiolog.

“Cara yang kita lakukan adalah dengan metode alamiah, ilmiah dan illahiah. Ini benar-benar sebuah proses yang sangat holistik,”tegas Haji Wijaya menutup perbincangan dengan media ini.

PRODI TASAWUF DAN PSIKOTERAPI UIN RADEN FATAH, SIAPKAN TENAGA REHABILITASI GANGGUAN DAN SAKIT JIWA

Nyaris tak diketahui masyarakat secara luas, bahwa saat ini ada Perguruan Tinggi (PT) yang memiliki program study dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Khususnya pada pasien atau klien yang memiliki gangguan fisik dan atau jiwa/mental/spiritual yang bersifat sementara (temporer) atau permanen,dengan menggunakan metode terapiutik.

Hal ini diungkapkan oleh Asep Haerul Gani, saat memberikan kuliah tamu pada prodi Tasawuf dan Psikoterapi di Ruang Serba Guna Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Aktifitas terapeutik ini, menurut Asep dimaksudkan untuk meningkatkan komponen kinerja okupasional (senso-motorik, persepsi, kognitif, sosial dan spiritual) maupun dalam area kinerja okupasional (perawatan diri, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang).

“Sehingga pasien atau klien mampu meningkatkan kemandirian fungsional, meningkatkan derajat kesehatan dan dapat berpartisipasi di masyarakat,” tegas Asep Haerul Gani, yang merupakan salah seorang Senior Psychologist & Psychotherapits di Indonesia, kepada kurang lebih 105 masasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi dengan mengangkat tema,+ “Tasawuf dan Psikoterapi sebagai Metode Penyembuhan Alamiah, Ilmiah dan Illahiah.

Ditempat yang sama Ketua Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah Palembang, H Wijaya yang dikenal di Palembang sebagai seorang sosiolog dan Pengusaha yang sukses ini.

Ketika ditanya tentang prospek kerja lulusan prodi ini, menjelaskan bahwaLulusan Program Study ini dapat bekerja di beberapa rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus.

Seperti rumah sakit jiwa, klinik, puskesmas, institusi pendidikan, pusat rehabilitasi penyandang cacat fisik maupun mental.

“Selain itu pusat rehabilitasi korban narkoba atau sebagai profesional, dengan membuka tempat tempat praktek pribadi. Dimana prodi tasawuf dan psikoterapi ini akan melahirkan Ilmuwan-ilmuwan atau sarjana sains terapan yang handal, mampu mengintegrasikan amal, Ilmu dan Iman dalam bidang kesehatan mental, spiritual dan jiwa seseorang atau masyarakat,” bebernya.

Lebih jauh dipaparkan oleh Wijaya kedepannya, untuk mendukung proses belajar mengajar dan kegiatan lainnya,

Serta menciptakan lulusan yang siap pakai dan handal selain sarana dan prasarana standar. Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi akan melengkapi fasilitas-fasilitas, antara lain laboratorium pediatri Laboratorium Massage dan Manual Therapy, Laboratorium Terapi Latihan (Exercices Therapy), Laboratorium Kardiovaskuler dan Respirasi Laboratorium Hidro Therapy & Spa Laboratorium Analisis Aktifitas dan Splinting, Laboratorium Aktivitas Keseharian (ADL).

Berbeda dengan Wijaya, Dekan Fakultas Ushuluddin da Pemikiran Islam Alfi Yulizun menyatakan, dirinya optimis Prodi Tasawuf dan Psikoterapi di bawah kepemimpinan Haji Wijaya akan semakin maju,berkembang dan exist.

PELAKSANAAN UJIAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU JALUR MANDIRI UIN RADEN FATAH PALEMBANG 2018

Kamis, tanggal 12 Juli 2018, Hari Pertama Pelaksanaan Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri UIN Raden Fatah Palembang.

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang pada hari Kamis tanggal 12 Juli 2018 telah melaksanakan Ujian Saringan Mandiri (USM) hari pertama, Ujian ini Jalur Mandiri ini akan dilaksanakan selama 5 hari, dimulai dari hari Kamis tanggal 12 s.d tanggal 18 Juli 2018. Setiap harinya Ujian dimulai pukul 08.00 s.d 16.45.

Menurut Kepala Biro AAKK UIN Raden Fatah Palembang, Mirwan Fasta, M. Si, Ujian Saringan Mandiri ini dilaksanakan dengan system Computer Based Test (CBT), dimana Setiap Calon Mahasiswa yang mengikuti Ujian menjawab langsung soal yang disajikan di setiap komputer yang sudah disediakan di masing-masing meja peserta dengan batas waktu yang sudah diprogram maksimal selama 1 jam 45 menit. Ujian ini dilaksanakan setiap harinya di 6 Ruangan yang ada di UIN Raden Fatah (Lab PUSTIPD A, Lab PUSTIPD B, Lab PUSTIPD C, Lab Tarbiyah Lantai 4, Lab Sistem Informasi A dan lab Sistem Informasi B), disetiap ruangannya diadakan 4 sesi ujian, masing-masing lab dalam 1 sesi Ujian terdapat 25 peserta.

Wakil Rektor I Dr. Ismail Sukardi, M.Ag  saat memantau langsung pelaksanaan Ujian Saringan Mandiri (USM) ini mengatakan bahwa pelaksanaan Ujian Saringan Mandiri ini berlangsung dengan tertib dan tenang, dan kedepannya pelaksanaan ujian seperti ini harus lebih ditingkatkan terus kualitasnya, baik dari segi kualitas soal, sarana dan prasarana IT, serta tingkat pelayanan dari panitia pelaksana Ujian.

YUDISIUM XIV FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM UIN RADEN FATAH PALEMBANG

(FUSHPI News, 29/6) Yudisium dan Pelepasan Sarjana & Magister Baru XIV Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali dilaksanakan Jumat (29/6) di Ruang Munaqosyah Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Dengan tema, “Dengan Yudisium Sarjana & Magister XIV Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Kita Wujudkan Alumni yang Unggul dan Berkarakter Islami untuk Kemajuan Umat dan Bangsa.”

Sebanyak 14 Sarjana & Magister Baru telah dilantik secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Para alumni yang telah resmi menyandang gelar sarjana dan magister tahun 2018 ini terdiri dari 1 orang alumni Program Magister (S2) Program Studi (Prodi) Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) dan 4 orang alumni (S1) dari Prodi Studi Agama-Agama (SAA), 7 orang alumni dari Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT), serta 2 orang alumni dari prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI).

Dekan FUSHPI UIN RF Palembang, Dr. Alfi Julizun Azwar, M. Ag., dalam sambutannya menyampaikan ungkapan syukur dan selamat kepada para alumni yang telah resmi menjadi sarjana dan Magister, serta memotivasi para alumni untuk terus mengembangkan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat dan tidak boleh buta terhadap politik.

 

“Para alumni dan mahasiswa Ushuluddin, meskipun tidak berpolitik praktis, tapi tidak boleh buta politik. Mungkin ke depan, kita akan membuat kurikulum untuk mengenalkan politik pada lulusan kita,” katanya

Sementara itu, Rektor yang diwakili oleh Kepala Biro AAKK UIN Raden Fatah Palembang, Mirwan Fasta, M. Si, turut hadir dalam rangka menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada para alumni.

“Alumni Ushuluddin dapat berdikari di mana saja,” Kata Alumni Fakultas Ushuluddin Angkatan 89 ini.

Alhamdulillah, Kegiatan Yudisium berlangsung dengan khidmat. Serangkaian acara berjalan dengan lancar dan sukses.  (awen/fran/gespin)

WORKSHOP PENERJEMAHAN ALQURAN BERBAHASA PALEMBANG

FUSHPI UIN RF. Bertempat di Hotel Santika Radial Palembang, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang bekerja sama dengan Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajeman Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI mengadakan kegiatan Workshop Pembahasan draft awal Penerjemahan Al-Qur?an ke Bahasa Palembang. Workshop ini dihadiri oleh Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Kepala dan Tim Puslitbang Jakarta, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang,  Narasumber dan Pembahas dari beberap ahli Tafsir Al-Qur?an, serta Tim Penerjemah.

                                               

Dr. Zainal Berlian, Wakil Rektor II UIN Raden Fatah dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan workshop draft  penerjemah ini karena proses penerjemahan sebagai upaya untuk mendekatkan masyarakat dengan Alquran. Di samping untuk memelihara eksistensi bahasa Palembang.

       

Dr. Alfi Julizun Azwar, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam sebagai Ketua dan Dra. Hj. Nur Fitriyana, M.Ag sebagai Sekretaris kegiatan ini mengatakan tujuan kegiatan workshop ini untuk dapat memperoleh perumusan rekomendasi tata cara Penerjemahan Al-Qur?an ke dalam Bahasa Palembang yang baik secara harfiyyah dan maknawiyyah (tafsiriyyah) dengan tetap menampilkan ciri kekhasan budaya Palembang khususnya dalam hal bebaso Palembang.

            

Kegiatan workshop draft awal penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Palembang begitu penting, karena salah satu output kegiatan ini adalah melestarikan bebaso Palembang, sehingga pemerintah ikut mendukung bebaso Palembang dijadikannya mata pelajaran muatan lokal dan menjadi bahasa Wajib di hari tertentu di setiap instansi serta bisa menjadi ciri khas daya tarik wisata untuk Kota Palembang, oleh karena itu workshop lanjutan akan diadakan kembali guna merealisasikan tujuan-tujuan tersebut. (Pran/Awen/Gespin

AFI ADAKAN SEMINAR MOTIVASI BERSAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA PALEMBANG

Foto bersama pemateri, panitia dan peserta Seminar Motivasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI). Dengan tema Strategi mempersiapkan diri menjadi sarjana Aqidah Filsafat Islam (AFI) yang unggul. Di Aula Fakultas Adab dan Humaniora (9/5/18).

Fushpi UIN RF. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) 2016-2017 menggelar Seminar Motivasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) bersama Dinas Pendidikan Kota Palembang. Bertema Strategi mempersiapkan diri menjadi sarjana Aqidah Filsafat Islam (AFI) yang unggul. Di Aula Fakultas Adab dan Humaniora (9/5/18).

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) 2016-2017 Andika Tegar Pahlevi. Menuturkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, “kegiatan ini juga penting untuk memotivasi mahasiwa-mahasiswi AFI agar menjadi lulusan yang serba bisa dan layak ditempatkan di mana saja dan siap kerja,? ujarnya. Kegiatan berjalan dengan sukses dan Aula padat dipenuhi oleh mahasiswa yang begitu antusias mengikuti acara tersebut.

Bapak Surmarna, S.Pd., MM., selaku narasumber dan Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Palembang mengatakan bahwa menjadi mahasiswa yang berintegritas adalah menjadi mahasiswa yang tetap menjalankan nilai-nilai kebaikan yang dibarengi dengan selarasnya sikap dan perbuatan secara konsisten dan kontinyuitas.

Weni Evasari, S.Ud sebagai motivator kegiatan ini sekaligus alumni AFI dengan predikat Cumlaude dan IPK tertinggi se-UIN Raden Fatah pada tahun 2015 dan dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Bidang Sosial, Budaya dan Pariwisata SUMSEL 2014  mengungkapkan bahwa kunci bahagia dunia akhirat haruslah dengan ilmu. Adapun cara menjadi mahasiswa dan alumni yang unggul menurutnya ialah dengan fokus, cinta dengan ilmu yang sedang ditekuni dan kemudian ridha. Selain itu mahasiswa juga harus sibuk pada hal yang positif dan bermanfaat dengan pengembangan soft skill, membangun relasi, mengaharap ridha orang tua, serta menjaga akhlak yang baik. (Pran/Awen/Gespin)